Senin, 20 September 2010

BIOGRAFI

Biografi Ibu Ratna Sariningsih, S.Pd.

Nama                                      : Ratna Sariningsih, S.Pd.
Tempat Dan Tanggal Lahir    : Bandung, 10 November 1986
Track Record                          :   -   SDN Sudirman 7 Cimah
-         SLTP 9 Cimahi
-         SMAN 1 Cimahi
-         STKIP Siliwangi

PENDIDIKAN
Ibu Ratna Sariningsih, S.Pd., wajahnya sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa STKIP Siliwangi, tentu saja karena Beliau adalah salah satu asisten dosen di STKIP Siliwangi. Saat ditemui dalam sesi wawancara, mojang yang lahir di Hari Pahlawan ini membagi kisahnya yang menarik sewaktu duduk di bangku SLTP. Ibu Ratna yang kala itu ada di bangku kelas 3i, meraih nilai tertinggi dalam suatu ulangan Biologi. Dara yang tergolong siswa yang pandai ini membocorkan jawaban ulangan tersebut kepada kelas lain yang belum ulangan. Alhasil murid – murid di kelas lain mendapat nilai yang fantastis. Kejadian tersebut menimbulkan kerugian sang Guru. Ibu Ratna yang saat itu dikenal sebagai siswi yang cukup akrab dikalangan Guru, mendapat teguran dari sang Guru atas tindakannya tersebut. Dengan rasa menyesal, Ibu Ratna mengakui kesalahannya hingga berlinang air mata. Dari pengalaman tersebut, perempuan yang memiliki solidaritas tinggi ini menuturkan satu sisi kejadian tersebut cukup seru karena jadi lebih akrab dengan kelas lain. Namun perempuan ramah ini menyampaikan pesan bahwa tempatkanlah solidaritas pada tempatnya.
Ibu Ratna juga bercerita mengenai perjalanannya di Perguruan Tinggi. Sewaktu menjadi mahasiswi Ibu Ratna memiliki rival dalam hal belajar yakni Bapak Wahyu Hidayat, S.Pd., namun persaingan tersebut berjalan secara sehat. Perempuan yang berencana melanjutkan study S2 tahun ini menuturkan sesekali bila prestasi salah satu diantara Beliau berdua ada yang lebih unggul maka akan ditraktir oleh satunya lagi. Ibu Ratna meraih peringkat IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tertinggi ke-2. Dengan kegemilangan prestasi tersebut, Beliau mendapat tawaran dari Bapak Dr. H. Heris Hendriana, M.Pd. untuk menjadi asisten Dosen di STKIP Siliwangi. 

            AKTIVITAS
Aktivitas Ibu Ratna adalah sebagai asisten Dosen di STKIP Siliwangi. Di usianya yang terbilang cukup muda, Beliau telah memiliki karier yang cemerlang. Hal tersebut memicu tim wawancara GOMER (Group Of Mathematic Lovers) untuk menggali pengalaman Beliau. Ibu Ratna menuturkan ketika Beliau jadi asisten Dosen, Beliau pernah mengajar teman sekelasnya sendiri sewaktu di bangku sekolah. Beliau juga pernah mengajar mahasiswa tingkat 4. Mantan pengajar MTS Al – Muktariah ini mengaku sempat merasa canggung. Namun dengan kewibawaannya, mampu membuat Beliau cukup di segani oleh kalangan mahasiswa. Mantan pengajar SMA Budi Luhur ini memiliki kelas favorit tersendiri dalam mengemban tugasnya sebagai asisten Dosen yaitu kelas angkatan 2008. Menurut Ibu Ratna, mahasiswa angkatan 2008 memiliki sifat kooperatif. Di sela – sela kesibukannya. Ibu Ratna membuat dirinya rileks dengan meluangkan waktu untuk hobinya yaitu berenang di Brigif.

ORGANISASI
Kegiatan organisasi Ibu Ratna tidak kalah menarik untuk diulas. Ibu Ratna membagi pengalaman menariknya dalam berorganisasi. Kala itu SENAT mengadakan acara penggalangan dana untuk korban Tsunami Aceh. Saat sedang berada di Kerata Api jurusan Padalarang, salah satu rekan Beliau bernama Reymon sempat terlibat adu mulut dengan preman. Ibu Ratna yang kala itu menduduki jabatan Bendahara Senat mengaku cukup terkejut dengan kejadian tersebut. Ibu Ratna menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah cobaan dalam mengemban niat mulia dalam acara penggalangan dana. Namun kejadian tersebut tidak mematahkan semangat Beliau dalam menggalang dana untuk korban Tsunami Aceh.
Ibu Ratna sangat mengapresiasi perkembangan organisasi yang terjadi sekarang di STKIP Siliwangi, terutama kepada HIMAPTIKA (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika), Beliau juga sangat menyambut baik dengan lahirnya GOMER (Group Of Mathematic Lovers) menurut Beliau mahasiswa sekarang lebih aktif dan lebih kreatif. Beliau juga menyimpan rasa kagum pada kegiatan – kegiatan yang telah diselenggarakan,  seperti Cerdas Cermat Matematika (C2M) dan terbitnya buku TTS GOMER (Teka Teki Silang Group Of Mathematic Lovers). Menurut Ibu Ratna, hidup itu harus seimbang antara belajar, berorganisasi dan bermain. Motto Beliau ialah, “ berkarya, berkarya dan terus berkarya”.

Woouw !!!
Kisah Ibu Ratna sungguh mengagumkan.
Nah siapa hayoh yang mau mengikuti jejak langkah Ibu Ratna ?
Eumhz, pasti semuanya juga ingin yah sukses seperti Beliau.

Dari sepenggal kisah – kisah Ibu Ratna diatas, kita dapat menarik pelajaran bahwa kegiatan berorganisasi bukan merupakan suatu penghalang dalam meraih prestasi dalam bidang akademik. Dengan berorganisasi kita jadi bisa akrab dengan banyak orang dan dapat menjalin kerja sama yang baik. Memiliki silahturahmi yang baik dangan banyak orang bukan tidak mungkin akan mendatangkan berkah tersendiri. Hal tersebut telah dibuktikan oleh Ibu Ratna, dulu Beliau hanyalah mahasiswi STKIP Siliwangi namun kini Beliau telah berhasil menjadi asisten Dosen di STKIP Siliwangi.  ( Red. shu swrt )

2 komentar:

  1. tulisan'y keren..
    apalagi penulis'y (shu swrt),keren sangadh,hahaha

    BalasHapus